Penajam

Semayam, sebuah nama pelabuhan di balikpapan. Menghubungkan kota itu dengan kabupaten penajam via kapal klotok dan speed boat. Tujuanku adalah sebuah desa. Disana terhampar sawah tadah hujan yang hanya panen sekali dalam satu tahun. Juga hamparan kebun sawit milik warga serta milik grup sinar mas. Desa itu bernama gunung mulia. Sama seperti nama bus AKAP jakarta-solo yang pernah beberapa kali saya naiki dulu. Di sekitar kebun sawit itu, saya ditunjukkan patok batas desa yang mesti didefinisikan.

Ya, karena gps-lah saya sampai kemari. Tapi ada yang salah disini. Mereka hanya menggunakan satu receiver gps. Mereka sudah paham, akurasinya pasti jelek, tetapi tetap memakainya untuk mengukur batas. Saya sudah lepas tangan, semua konsekuensi sudah disampaikan. Dalihnya, itulah yang mereka pelajari dulu di kampus. Ah, dosennya yang salah, atau mereka yang salah tangkap. Entahlah.

Di desa itu, saya bertemu dengan pak kepala desa dan kaur kaurnya. Dan ternyata merekalah yang akan mengikuti pelatihan total station di balikpapan esok hari. Lumayan, sudah kenalan dulu.

Bagiku, Inilah desa pertama yang membeli alat seperti ini. Sungguh, ini yang pertama kali. Artinya, pasti tidak ada sdm yang berpengalaman. Bahkan memang benar-benar dari 0. Dan, bahkan (lagi) mereka tidak tahu fungsi alat itu. Ya, mereka hanya menerima saja. Masak dikasih alat canggih kok ditolak mas, begitu kata bapak kepala desanya. Jadi kepikiran, begitulah PR besar bangsa ini, alokasi anggaran saja sering tidak tepat, walaupun benar. Benar dan tepat adalah dua hal yang berbeda.

Esok harinya, training digelar. Setelah kemarin 2 kali menyeberang teluk via speed boat. Kali ini training bertempat di ruang kantor yang baru di pertokoan dan ruko superblok. Ini salah satu training paling alot yang pernah saya alami. Tugas saya jelas, mereka harus bisa menggunakan alat ini tanpa harus  memberikan teori teori surveying. Namun, dunia tak seindah SOP. Jika tidak ada pengantar teori, maka saya sulit memulai darimana. Maka, teori menjadi pembuka untuk mengakselerasi pemahaman penggunaan alat ini nantinya. Dan, berbagi seperti ini harus diniatkan ibadah sebagaimana kita bekerja dengan niat ibadah.
End.

2 thoughts on “Penajam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s