Memahami anak kita

Statement yang tepat. Bukan anak yang memahami orang tua, tapi judul diatas tepat. Ini berlaku untuk anak ya, bukan anak yang sudah dewasa. Jika sudah dewasa, birul walidainnya insyaAllah sudah terbentuk dan saatnya juga anak memahami orang tua.

Ketika anak menangis kejer, kencang, dan tidak henti henti?
Jangan marah dulu dong, gali, pahami, cari tahu kenapa sebab dan observasi sekitar. Yang paling penting, tinggalkan sejenak kesibukan apalagi jika hanya bermedsos didepan HP. Fokus. Ini pesan penting untuk diri saya sendiri dalam menghadapi anak saya.

Bentakan dan amarah kadang menghentikan tangisnya. Saat kita membentak dan anak berhenti menangis, perhatikan raut mukanya, sedih kan? Sediiih… Selalu saya menyesal setelah melakukan aksi pembentakan ke anak. Namun hanya kadang saja saya bisa mengontrol emosi dan mulai menenangkannya.

Namun, terkadang juga, bentakan dan amarah tidak menghentikan tangisnya. Makin emosi dong kita sebagai ortu. Sudah terlanjur membentak, eh malah makin keras tangisnya.

Kunci dikamar? Sendirian? Tentu aksi ini membutuhkan tenaga untuk menggendong anak, kalau tidak mau digendong, diseret. Pada detik ini, rasa kasihan saya hilang seketika terkubur oleh rasa marah. Saya sendiri tidak memahami kenapa bisa seperti itu.

Setiap kali di waktu luang sendirian, jika teringat kejadian drama seperti itu, selalu menangis dalam hati, menyesal. Namun jika terulang lagi, kita tetap melakukannya lagi. Laa qaula walaa quwwata illa billah.

Di titik itu, kita lupa bahwa anak itu ya tetaplah seorang anak dengan segala sifat dan kelebihannya. Tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Bahkan kita lupa dia sedang mengalami usia emas sementara disaat yang sama kita hancurkan usia emas itu dengan kemarahan kita yang selalu terulang.

Kuncinya, banyak belajar, baca, ngaji, biar amarah ke anak terkontrol.

Lalu, sudahkah kita memahami anak anak kita??

_Langit Jogja, 21 Juni 2019_
@mas_zan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s