Amarah

Yang paling berat dalam pengasuhan adalah tegas tanpa menggunakan emosi (baca:amarah)

Amarah itu terasa ke anak walaupun tidak diekspresikan. Sekuat tenaga kita menahan amarah, anak pasti tahu. Dan akan berbeda sikap anak ke kita ketika kita menghadapinya dengan amarah dan ketika sebaliknya. Anak pasti paham, minimal dia merasa.

Melarang anak yang sedang naek naek pager misalnya. Kejadian pertama mungkin masih tanpa amarah. Tapi kejadian ketiga dan seterusnya, pasti muncul amarah. Seolah olah kita menyamakan mereka dengan kita. Memangnya kita yang sekali dinasehati langsung nurut? (Emang iya??hehe) Anak tetaplah anak. Nah tu tau, kok masih marah? Entahlah..instropeksi!!!

Menahan amarah ke anak pasti (paling tidak) tetap menyisakan sesuatu, yaitu ekspresi wajah. Ekspresi wajah tidak bisa berbohong. Walau kita mencoba senyum ketika marah, tetaplah marah. Walaupun sudah mengucapkan istighfar, itu adalah “istighfar kemarahan”, bukan istighfar meminta ampun dari dosa dosa. Karena istighfarnya dengan nada meninggi di akhir dan mad ‘arid lissukunnya jauh lebih panjang.

Kita harus jujur. Kita paham urgensi parenting. Tapi kita juga kadang bisa bosan dengan tingkah anak anak kita (istighfar dong sebagai ortu..!!). Dengan ngeyelnya, bandelnya, nangisnya yang kencang dan tidak lekas berhenti, dan lain sebagainya. Kenapa? Karena kita menghadapinya (menjalaninya) setiap hari. Bosan kan manusiawi, sehingga orang tua kerapkali mengambil langkah praktis menghadapi anak. Dengan marah, ancaman, bahkan kita kadang memukul dengan level pukulan (jeweran, cubitan, dkk) yang masing masing kita yang tau sendiri, tentu karena kita memiliki kondisi anak yang berbeda beda.

Ini harus disadari, supaya walaupun kita merasa sulit menghindari amarah (dan teman temannya), minimal kita berusaha meminimalisirnya. Karena sekali lagi anak adalah amanah, sekaligus (salah satu) ujian bagi orang tuanya.

Mau lulus ujian g?
Usaha dong..terus dan terus bersabar yuk..

_Langit Jogja, 21 Juni 2019_
@mas_zan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s